Copyright ©2008-2011 Lagi Dong! All rights reserved. www.lagidong.com
|

Dunia Kerja, sebuah misteri!
Dunia kerja adalah dunia yang penuh misteri. Ada orang
yang kerja keras dari pagi sampai hampir tengah malam
dibayar lebih kecil dari orang lain yang cuma kerja
beberapa jam sehari. Mau contoh nyata? Mudah saja, coba
tengok pembantu rumah tangga anda yang kerjanya
dimulai pagi sebelum anda bangun dan baru berhenti kerja
menjelang tengah malam setelah anda tidur pulas karena
dia harus membereskan rumah dan perlengkapannya yang
baru saja anda selesai pakai. Berpa gajinya?
Lalu bandingkan dengan supir anda yang cuma kerja
beberapa jam saat mengantar anda pergi ke kantor dan
membawa pulang ke rumah di sore hari. Berapa jam supir
ini bekerja untuk anda dan berapa dia digaji? Hampir bisa
dipastikan gajinya lebih besar dari pembantu anda bukan?
Contoh kecil ini apa bukan misteri namanya? Aneh bukan?
Orang yang kerja lebih keras dan lebih lama dibayar
dengan gaji yang lebih kecil dari orang yang kerja lebih
sebentar dan lebih ringan.
Anda mungkin tidak peduli dengan kondisi di atas karena
tidak ada hubungannya dengan kerja anda sendiri. Tapi
coba kalau berani tanya-tanya teman atau tetangga yang
nyata-nyata hidupnya lebih makmur dari anda. Iseng-iseng
tanya berapa gajinya dan bagaimana kerjaannya?
Saru? Ya sudah kalo saru nggak usah tanya gajinya, anda
cukup tanya kerjaannya saja. Tanyanya jangan terlalu
mencolok dan disengaja, tapi lakukan dengan santai sambil
ngobrol ngalor-ngidul, jadi dia nggak sadar kalau anda
sedang interogasi dia.
Gajinya bagaimana? Katanya saru, ya nggak usah
ditanyakan lah, kan tadi saya bilang tanya sama teman
atau tetangga yang jelas-jelas hidupnya lebih makmur dari
anda. Tujuannya supaya kita yakin orang yang ditanya ini
gajinya lebih gede dari anda sendiri.
Nah, dari hasi interogasi sambil ngobrol itu, coba sekarang
bandingkan dengan kerja anda sendiri. Gimana, apakah
dia kerja lebih berat dari anda atau kerja lebih ringan dari
anda? Jawabannya nggak usah dikirim ke saya, cukup buat
anda sendiri, simpan saja siapa tahu suatu hari berguna.
Kelanjutannya gimana? Ya nggak gimana-gimana, wong
saya cuma nulis bahwa dunia kerja itu penuh misteri, titik.
Misterinya ya itu, ada yang kerja lebih ringan tapi gaji lebih
gede. Soal setelah baca tulisan ini anda jadi terpropokasi,
itu bukan urusan saya. Salah sendiri baca tulisan ini.
Alternatip Kerjaan
Anda tadi kelihatannya udah mau marah-marah aja sama
saya ya? Saya ini dianggapnya sebagai provokator yang
bisanya manas-manasi anda yang sudah kerja cukup
lama dan merasa nyaman. Anda merasa terusik rasa
nyamannya gara-gara baca tulisan saya.
Baiklah, walau pun itu tadi kesalahan anda sendiri, saya
mau berusaha menghibur anda dengan melanjutkan
tulisan ini yang intinya memberikan gambaran bahwa
masih ada kerja alternatip buat anda yang tadi merasa
diperlakukan tidak adil, kerja lebih keras tapi gaji lebih
kecil.
Kerja alternatip atau alternatip kerjaan, apa pula itu koq
seperti dukun saja (maksudnya pengobatan alternatip)
he he he. Maksudnya ya pilihan gitu lho. Jadi sebenarnya
kita kerja itu bisa milih, nggak ada yang memaksa kita
untuk kerja di satu tempat seumur hidup atau memaksa
kita untuk mengerjakan satu kerjaan saja.
Gimana dengan anda, apakah anda bekerja karena
paksaan atau anda sendiri yang menentukan kerjaan
anda? Berapa lama anda kerja di tempat yang sekarang
ini? Adakah rencana pindah kerja ke tempat lain? Apa
yang sudah anda kerjakan untuk rencana anda tersebut?
Tidak ada rencana apa-apa? Hmm kenapa tidak ada?
Bukankah tadi mau cari alternatip kerja? Batal cari kerja
yang lain? Enak kerja seperti sekarang saja? Atau mau
kerja sambilan saja? Bisa juga kan kerja dari rumah?
Sekarang jamannya kerja online kata orang, bisa kan?
Mamaa...tolong nih orang ini makin bikin aku bingung nih.
Ha ha jangan gitu dong, saya gak bermaksud bikin anda
bingung. Saya cuma mau kasih alternatip kerja, itu saja.
Udah sekarang jangan panggil mama lagi ya, apalagi
kalau anda ternyata sudah cukup tua, gak pantes dong
gara-gara bingung soal kerja sampai manggil-manggil si
mama.
Jadi mau ganti kerja nggah nih. Kalau masih betah dan
cocok dengan kerja yang ada sekarang, ya udah batalin
aja niat anda untuk pindah kerja. Lanjutkan saja kerjaan
anda yang sekarang, siapa tahu bulan depan naik gaji
atau naik pangkat. Mungkin nggak di tempat kerja anda?
Gak mungkin? Cari kerja di tempat lain aja lah. Sekarang
jaman sudah maju, jenis kerjaan sangat banyak, cari
kerja lebih gampang, lowongan kerja ada di mana-mana.
Beli koran hari Sabtu atau Minggu, lowongan kerjanya uh
bisa ratusan tuh. Atau buka internet, datang ke situsnya
si mbah google, ketik kata-kata yang mengandung kata
kerja, wuaaah mbah google akan menyajikan jutaan data.
Itu tadi kalau di tempat kerja anda tidak mungkin untuk
naik gaji atau naik pangkat karena prestasi kerja anda
meningkat pesat. Kalau mungkin bagaimana? Uh ini sih
lebih enak, anda gak perlu pindah kerja, tetap saja kerja
di tempat kerja yang sekarang. Tapi supaya gaji bisa naik
atau pangkat bisa naik harus tunjukan prestasi dulu.
Bagaimana meningkatkan prestasi kerja kita? Berikut ini
saya kasih beberapa tips sederhana untuk bisa lebih
berprestasi dalam bekerja.
Bekerjalah lebih cepat
Mungkin anda bertanya-tanya buat apa kerja lebih cepat,
enakan agak nyantai, toh tidak ada bedanya dan tidak
ada efeknya ke gaji yang kita terima tiap bulannya? Betul
sekali, banyak perusahaan atau tepatnya para bos di
perusahaan yang tidak perhatian pada hasil kerja kita
yang lebih bagus atau lebih cepat selesai.
Para bos itu manusiawi, maksudnya bos juga manusia,
yang biasanya cuma perhatian kalo hasil kerja kita jelek
atau terlambat selesainya. Bos biasanya marah-marah
dengan cara ngasih nasehat berjam-jam. Ada juga bos
yang marahnya sambil gebrak-gebrak meja. Tapi bisa
juga bos itu kalau marah cuma diam dan secara
diam-diam juga mencatat anak buahnya ini gak becus,
nanti akan di urus sewaktu evaluasi performance.
Sebaliknhya pada waktu kerja kita bagus, si bos biasa aja
atau pura-pura gak tau. Seolah-olah tidak ada perubahan
apapun. Kalo kita ingatkan baru ada reaksi, tapi reaksi si
bos ini beda-beda juga. Ada yang terus sadar dan kasih
penghargaan berupa pujian atau kenaikan gaji. Ada juga
yang cuma bilang ohh kerja bagus itu sudah biasa, begitu
seharusnya orang bekerja. Shhhh kudu ditinju aja nih si
bos, nyebelin banget kan?
Daripada senewen sama bos kayak gitu, lebih baik kita
lupakan saja dia, kita fokus sama kerja kita saja. Jadi
orientasi kerja harus kita alihkan dari bos oriented
menjadi self oriented, atau bahasa sederhananya kita
kerja demi diri kita sendiri. Mulai sekarang egois sajalah,
egois yang ini bagus koq.
Konkritnya gini, coba renungkan bahwa kita itu kerja demi
keluarga kita, gaji yang kita terima tiap bulan kan juga
buat keluarga, bukan buat bos kita. Kenapa? Karena bos
kita gak butuh uang kita, gaji dia lebih gede he he he
Becanda lagi nih! Nggak gitu, maksud saya adalah kita
harus bekerja sebaik mungkin demi diri sendiri dan
keluarga, itu saja intinya. Makin bagus prestasi kerja kita
maka makin senang keluarga di rumah karena makin
banyak duit yang kita bawa pulang.
Kalau kita sudah bekerja lebih cepat tapi nggak dihargai
gimana? Gak apa-apa, kan orientasinya tadi sudah
diubah menjadi self oriented. Karena kerja lebih cepat
maka otomatis kita jadi punya waktu luang nih. Waktu
luang ini bisa dipakai untuk mengerjakan pekerjaan lain,
misalnya bantu teman yang belum selesai kerja.
Uenak bener temen kita, kerja belum selesai terus kita
bantuin, buat apa? Memang kita dibayar lebih dengan
bantuin kerja temen kita? Ahhh bawaannya gitu terus ya.
Saya ingatkan lagi, kita kan sudah self oriented, jadi
segala yang kita kerjakan adalah untuk diri sendiri, bukan
untuk orang lain.
Rahasianya begini, kita bantuin teman kerja di mata dia
kan kita ini orang baik yang siap menolong teman, dan di
mata Tuhan berarti kita juga mulai karena bantuin orang
yang lagi susah. Nah, padahal kita bantuin teman kerja
juga dapat ilmu dan keterampilan tambahan. Sewaktu kita
bantu teman kerja kita, otomatis kita harus belajar cara
mengerjakannya, dengan sendirinya kita dapat ilmu baru.
Belajar lebih banyak
Udah paham kan ya sekarang, tujuan bantu teman kerja
adalah menambah ilmu alias belajar. Untuk bisa bantuin
teman maka harus selesaikan dulu kerjaan diri sendriri.
Supaya kerjaan sendiri bisa cepat selesai maka ... harus
belajar lebih banyak. Muter-muter ya , tapi itulah memang
yang seharusnya terjadi.
Belajar lebih banyak adalah kuncinya. Pertama pelajari
ilmu mempercepat proses kerja supaya kerjaan cepat
selesai dan punya waktu luang. Kedua pelajari ilmu untuk
mengerjakan pekerjaan teman sehingga kita bisa bantu
teman selesaikan pekerjaanya.
Makin lama anda makin pinter, makin banyak tau ilmu di
dunia kerja. Makin lama anda makin terampil, makin cepat
mengerjakan pekerjaan anda maupun pekerjaan teman
anda.
Minta tambahan kerjaan
Hargai hasil kerja anda
Melelang diri sendiri